DIA adalah AKU
7 febuari 1999 atau pada bulan syawal 1420 hijrah pada sabtu yg sudah beranjak ke minggu malam, terlahir lah seorang bayi yang lugu dan tak sedikit pun dosa yang dibawa, dia terlahir dari kluarga yang sederhana. waktu itu langit menangisi kelahirannya kala mendengar suara jeritan dari seorang ibu dan tangisan dari seorang bayi. Dia dibesarkan tanpa kemewahan, kesederhanaan yang membuat dirinya kuat.
Kini bayi tersebut beranjak dewasa, di perjalanan menuju dewasa dia menghadapi kehidupan yang keras. Dalam usia 6thn jalan dia masuk sekolah dasar, alasan nya agar ketika orang tuanya pergi ke kebun dan kesawah guru bisa mengasuhnya, mendidiknya meski hanya setengah hari.
Setahun sudah dia Sekolah, ketika kelas dua, dia mulai mengembala kambing punya sodaranya, alam setia menemaninya ketika dia mengembala.
Pada kelas 3 dia terbawa kejalan yang salah oleh temannya, dia mengenal rokok meski usia belum mencukupi, tapi dia tetap mengembala kambing. Hari terus berlalu, sehingga candu rokok pun hinggap di dirinya.
Beranjak remaja ketika masuk SMP dia lebih mengenal dalam lagi kenakalan remaja, dia terbawa arus. Sehingga dia masuk kedalamnya, hidupnya mulai amburadul, kambing yang dia gembala sudah tak dipedulikan nya, pelajaran yang di ajarkan dia mengacuhkan nya. Sehingga orang tuanya merasa sedih. Sekolah dia tidak benar, samapai samapai dia mau berhenti. Mungkin alam belum mengijinkan dia berhenti sekolah, meskipun begitu dia masih tetap menjalani kegiatan sekolah walu tak memerhatikan nya.
Beranjak memulai kedewasaan, dia masuk SMA dan jurusan IPA yang di ambilnya, disana dia mengenal orang baru dan teman baru dia mulai berubah meski kebiasaan di SMP belum dia lepas sepenuhnya, mungkin guru sudah bosan dengan tingkah dia, kenakalan dia, bahkan datang pun suka terlambat.
Kelas 2 SMA dia bermasalah dengan beberapa Guru sehingga dia harus mengerjakan tugas yang berkali-kali lipat dari temanya, itu semua untuk sedikit memperbaiki nilai. ketika semester dua berakhir, dia membuat ulah, membuat kekacauan pada guru karena surat kaleng ya dia buat. Dia menjadi buronan tapi guru belum mengetahuinya pembuat surat kaleng itu.
Akhirnya dia masih bisa naik kelas ke kelas 3 dan pada awal semester terbongkar lah, siapa yang membuat kaleng itu. Waktu yang berlalu, akhirnya sekolah dia sudah di penghujung semester. Dan ketika, mau UNBK, dia tak belajar sama sekali, dia memilih membenahi perpustakaan yang di dirikan oleh desa dan para relawan untuk mengikuti perlombaan perpusdes tingkat provinsi, dia begadang terus tak peduli besok akan UNBK. Ketika dia mengerjakan soal matematika UNBK, dia sangat cepat mengerjakannya, dalam waktu 30 menit dia sudah selesai sedangkan waktunya 2 jam. Apakah kalian tau waktu 1 1/2 jam lagi digunakan apa? Dia tidur karena mata yang lelah setelah semalam suntuk begadang, dan selama UNBK dia selalu begitu karena lebih mementingkan lomba perpusdes.
Waktu kelulusan tiba, pada saat itu di umumkan lulus atau tidak nya siswa, surat kelulusan dia ditahan, ntah kenapa begitu. Setelah tau dia dinyatakan lulus, bersama teman-teman nya dia arak-arakan di atas motor dengan baju yang penuh dengan coretan pilok dan tanda tangan teman.
Dia mendapatkan ilmu yang lebih dari pada teman teman sekolahnya, dia sering di kasih tugas meresensi buku karena sebuah hukuman, dari sanalah dia menjadi seorang yang mencintai buku sehingga mengoleksi buku yang banyak, bahkan diapun seneng menulis juga akibat hukum itu, dia suka senja dan pandai berkata kata, bahkan ada yang menyebutnya "penyair senja". Dinding kamar dia dipenuhi dengan buku, dan beberapa sertifikat penghargaan. Semua di dapat karena hukuman
Dan kini bahwa DIA adalah AKU.
Nikmatilah hukuman itu, karena dia yang akan membuat kamu menjadi kuat.
Penulis : Dika Setiaawan
Penulis : Dika Setiaawan
Comments
Post a Comment